CV. ALFA SEJAHTERA
Kami CV yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa
Kamis, 11 Juli 2013
Sabtu, 29 September 2012
Usaha Rental Mobil
Terinspirasi saat seorang teman hendak menyewa mobil kami, maka kami pun memberikan asal dijaga baik-baik dikarenakan mobil tersebut adalah mobil inventaris kantor.
Rental mobil adalah peluang usaha dengan meminjamkan mobil dengan harga dan ketentuan tertentu kepada orang lain secara pribadi maupun dalam bentuk instansi. Beberapa wirausaha memilih untuk memenuhi kebutuhan inventarisasi mereka dengan rental mobil dikarenakan keterbatasan modal awal atau dengan alasan kepraktisan, untuk yang demikian ini biasanya biaya sewa dikenakan per tahun. Jika untuk individu, biaya sewa bervariasi dari per jam sampai per minggu. Jadi dapat dikatakan segmentasi pasar untuk peluang usaha ini adalah para wirausaha, keluarga dan perorangan (turis, dll).
Dilihat dari segi studi kelayakan bisnis, peluang usaha rental mobil ini sangat bagus untuk digarap. Pada bulan pertama sampai ke enam dapat dikatakan tingkat permintaan akan stabil dan akan meningkat pada bulan ke 7. Hal ini bisa dibentuk dari personal branding sang pengusaha sendiri dan juga kredibilitas kinerja nya. Sejak awal kita harus melihat dan mempertimbangkan segala kemungkinan dalam memulai dan menjalankan sebuah rental mobil dan bagaimana kemungkinan keberhasilan serta kegagalannya dalam garis besar.
Produk yang diberikan tentu saja mobil. Untuk menyasar segmen wirausahawan atau instansi paling tidak kita memulai dengan 10 unit mobil. Persiapkan biaya operasional selama satu tahun, perkiraan hingga sang penyewa membayar penuh biaya sewa mobil tersebut. Sebuah instansi, apalagi yang menggunakanan jasa srental mobil untuk alasan kepraktisan tentu saja tidak ingin repot dengan maintenance dan inventarisasi mobil, untuk itu kita harus mempersiapkan kinerja karyawan yang profesional. Sedangkan untuk segmen pasar pribadi dan keluarga, kita bisa lebih longgar dalam memulai, namun perlu meningkatkan kewaspadaan, misalnya dnegan melengkapi setiap mobil dengan GPS untuk menghindari pencurian. Asuransi kecelakaan untuk kendaraan juga komponen penting yang perlu diperhatikan demi keseimbangan usaha.
Sabtu, 12 Mei 2012
Usaha Telur
TIPS PENGAWETAN TELUR SEGAR UNTUK USAHA
Telur merupakan salah satu bahan pangan yang
tergolong tinggi tingkat penyerapannya dalam masyarakat. Banyak jenis
usaha menjadikan telur sebagai bahan baku utama ataupun pendukung,
ditambah lagi kandungan gizi dan protein dalam telur menjadikan telur
sebagai pilihan menu dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Untuk
konsumsi rumah tangga, jumlah telur yang dibutuhkan relatif sedikit
sehingga tidak memerlukan penyimpanan khusus. Meskipun telur ini
dilindungi oleh cangkang namun ternyata dalam jumlah yang cukup besar
dan jangka waktu yang lebih lama, telur akan mengalami penurunan mutu.
Semakin lama disimpan, penurunan mutu akan semakin besar, yang akhirnya
dapat menyebabkan kerusakan atau menjadi busuk. Penurunan mutu ini tidak
dapat dicegah, hanya dapat diperlambat kecepatannya dengan berbagai
pelakuan, yang disebut pengawetan telur segar. Untuk kebutuhan usaha
menjaga keawetan dan kualitas telur ini sangatlah penting, karena jika
sampai menurun atapun mengalami kebusukan sangatlah mempengaruhi nilai
jual telur. oleh karena itu berikut beberapa tips dan cara pengawetan
telur, semoga bermanfaat!
Seiring dengan bertambahnya waktu, telur yang
disimpan akan mengalami penurunan mutu, antara lain turunnya berat telur
yang disebabkan penguapan gas seperti uap air, karbondioksida, amoniak,
nitrogen dan H2S. Karena penguapan tersebut juga akan
menyebabkan terjadinya pembesaran kantung udara. Juga menyebabkan
perubahan kimiawi isi telur akibat terlepasnya gas CO2, yang jika tidak dilakukan penyimpanan yang baik akan mengakibatkan telur tidak dapat dikonsumsi, bahkan menjadi busuk.
PRINSIP PENGAWETAN TELUR
Pengawetan telur utuh bertujuan untuk mempertahankan
mutu telur segar. Prinsip dalam pengawetan telur segar adalah mencegah
penguapan air dan terlepasnya gas-gas lai dari dalam isi telur, serta
mencegah masuk dan tumbuhnya mikroba di dalam telur selama mungkin.
BEBERAPA CARA PENGAWETAN TELUR
Hal-hal di atas dapat dilakukan dengan cara menutup pori-pori kulit telur atau mengatur kelembaban dan kecepatan aliran udara dalam ruangan penyimpanan. Penutupan pori-pori kulit telur dapat dilakukan dengan menggunakan larutan kapur, parafin, minyak nabati (minyak sayur), air kaca (water pass), dicelupkan
dalam air mendidih dan lain-lain. Sedangkan pengaturan kecepatan dan
kelembaban udara dapat dilakukan dengan penyimpanan di ruangan khusus.
Perlakuan Awal
Sebelum dilakukan prosedur pengawetan, penting
diperhatikan kebersihan kulit telur. Hal ini karena meskipun mutunya
sangat baik, tetapi jika kulitnya kotor, telur dianggap bermutu rendah
atau tidak dipilih pembeli, Pembersihan kulit telur dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
Merendam telur dalam air bersih, dapat diberi sedikit
detergen atau Natrium hidroksida (soda api). Kemudian dicuci bersih
sehingga kotoran yang menempel hilang.
Mencuci telur dengan air hangat suam-suam kuku (sekitar 60°C) yang mengalir. Untuk mempercepat hilangnya kotoran dapat digunakan kain.
Setelah kulit telur bersih, dapat dilakukan pengawetan telur segar dengan metode antara lain pengemasan kering, perendaman dalam berbagai jenis cairan, penutupan pori-pori kulit telur dan penyimpanan dingin.
PENGEMASAN KERING
Pengemasan telur dapat dilakukan secara kering dengan
menggunakan bahan-bahan seperti sekam, pasir dan serbuk gergaji. Jika
pengemasnya padat, cara ini akan memperlambat hilangnya air dan CO2.
Kelemahan cara ini adalah menambah berat dan volume, yang dapat
menaikkan ongkos angkut dan ruang penyimpanan. Di samping itu,
pengemasan kering tidak banyak memberikan perlindungan terhadap mikroba
selama penyimpanan.
PERENDAMAN DALAM CAIRAN
Metode ini merupakan suatu cara pengawetan telur yang
terutama bertujuan mencegah penguapan air, serta umumnya dikombinasikan
dengan penyimpanan dingin. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah :
Perendaman telur dalam larutan kapur
Larutan kapur dapat dibuat dengan cara melarutkan 100
g batu kapur (CaO) dalam 1,5 liter air, lalu dibiarkan sampai dingin.
Daya pengawet dari kapur karena mempunyai sifat basa, sehingga mencegah
tumbuhnya mikroba. Kapur (CaO) akan bereaksi dengan udara membentuk
lapisan tipis kalsium karbonat (CaCO3) di atas permukaan cairan
perendam. Kemudian CaCO3 yang terbentuk akan mengendap di atas permukaan
telur, membentuk lapisan tipis yang menutupi pori-pori. Pori-pori yang
tertutup ini menyebabkan mikroba tidak dapat masuk ke dalam telur dan
mencegah keluarnya air dan gas-gas lain dan dalam isi telur. Kapur juga
menyebabkan kenaikan kenaikan pH pada permukaan kulit telur yang dapat
menghambat pertumbuhan mikroba.
Perendaman dalam minyak parafin
Telur direndam atau dicelupkan dalam minyak parafin
selama beberapa menit. Selanjutnya dikeringkan dengan membiarkan di
udara terbuka (dikering-anginkan) sehingga minyak parafin menjadi kering
dan menutupi pon-pori kulit telur.
Perendaman dalam air kaca (water glass)
Air kaca adalah larutan Natrium silikat (Na2SiO4),
berbentuk cairan kental, tidak berwarna, tidak berbau dan jernih
seperti kaca. Larutan ini dapat dibuat dengan melarutkan 100 g Natrium
silikat ke dalam 900 ml akuades, kemudian dapat digunakan untuk merendam
telur.
Pada saat perendaman telur, air kaca membentuk dan
mengendapkan silikat pada kulit telur, sehingga pori-porinya tertutup.
Air kaca juga mempunyai daya antiseptik, sehingga mencegah pertumbuhan
mikroba.
Pencelupan telur dalam air mendidih
Pencelupan telur dilakukan selama kurang lebih 5
detik pada air mendidih. Hal ini menyebabkan permukaan dalam kulit telur
akan menggumpal dan menutupi pori-pori kulit telur dari dalam.
Pengawetan telur dengan bahan penyamak nabati
Prinsip dasar dari pengawetan menggunakan bahan
penyamak nabati adalah terjadinya reaksi penyamakan pada bagian luar
kulit telur olah zat penyamak (tanin). Akibatnya kulit telur menjadi impermeabel (tidak
dapat bersatu atau bercampur) terhadap air dan gas. Dengan demikian,
keluarnya air dan gas dari dalam telur dapat dicegah sekecil mungkin.
Bahan penyamak nabati yang banyak digunakan adalah daun akasia (Acasia decurrena) atau daun jambu biji (Psidium guajava) yang
telah dikeringkan. Daun kering tersebut direndam selama semalam dan
direbus 1 jam, kemudian airnya disaring dan digunakan untuk merendam
telur.
PENUTUPAN PORI-PORI KULIT TELUR
Penutupan pori-pori kulit telur dapat dilakukan
menggunakan agar-agar, getah karet, sabun, gelatin, minyak nabati dan
bahkan getah kaktus. Bahan yang paling banyak digunakan adalah berbagai
minyak nabati atau minyak sayur karena mudah disediakan dan murah.
Minyak nabati digunakan dengan cara pencelupan
atau penyemprotan. Minyak nabati yang dapat digunakan
antara lain : minyak kelapa, minyak kelapa sawit minyak kacang, minyak
jagung atau kombinasi campuran minyak-minyak di atas.
Teknik penyemprotan akan menghasilkan sekitar 50 mg
minyak yang menutupi pori-pori sebutir telur. Jika cara ini
dikombinasikan dengan penyimpanan pada suhu dingin (sekitar 1°C) dapat mengawetkan telur selama 6 bulan, dengan hampir tidak ada perubahan dibandingkan keadaan segamya.
PENYIMPANAN DINGIN
Telur segar dapat dipertahankan mutunya dalam waktu
yang relatif lama bila disimpan dalam ruangan dingin dengan kelembaban
udara antara 80 – 90 % dan kecepatan aliran udara 1 – 1,5 m/detik. Dalam
hal ini telur disimpan sedekat mungkin di atas titik beku telur yaitu
-2 °C. Suhu yang rendah ini akan memperlambat hilangnya CO2 dan air dari dalam telur serta penyebaran air dari putih ke kuning telur. Untuk lebih menghambat hilangnya CO2 maka kadar CO2 di dalam ruang penyimpanan dapat ditingkatkan sampai 3 persen.
Hal-hal di atas merupakan beberapa metode yang
dapat digunakan untuk mengawetkan telur segar, pemilihan metode yang
akan diterapkan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Kamis, 10 Mei 2012
Kendala dan Persiapan Sebelum Memulai Usaha
Kondisi seperti ini tentunya sering kita alami sebelum memutuskan terjun di dunia usaha. Karenanya, untuk membantu Anda memberanikan diri terjun di dunia bisnis, berikut ini kami informasikan beberapa kendala dan persiapan sebelum memulai usaha yang perlu Anda perhatikan dengan baik.
Kendala Memulai Usaha
- Ketakutan akan kegagalan
- Terbiasa dengan posisi nyaman
- Belum bisa fokus
Persiapan Memulai Usaha
- Tentukan ide bisnisnya
- Siapkan modal untuk memulai usaha
- Hilangkan rasa gengsi Anda
Semoga sedikit informasi tips bisnis ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula untuk mempersiapkan diri mereka dalam memulai sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
Lima Kesalahan Promosi
Ketika menjalankan sebuah usaha, hampir semua pelakupemasaran produk. Bahkan menurut hasil penelitian, 83% masalah yang dihadapi para pelaku usaha rata-rata karena mereka belum memiliki strategi pemasaran yang efektif, sehingga tidak heran bila mereka sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan calon pelanggan. Kondisi seperti inilah yang akhirnya menyebabkan sebagian besar pelaku harus menelan pahitnya kegagalan dalam memulai sebuah usaha. Karenanya, agar Anda terhindar dari kegagalan tersebut, berikut ini kami informasikan lima kesalahan promosi mengeluhkan permasalahan yang sama yaitu kendala dalam hal
1. Mengikuti strategi promosi perusahaan besarTerkadang pelaku UKM menggunakan strategi promosi yang kurang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Mereka cenderung mengikuti trend promosi perusahaan besar yang biasanya lebih memperhatikan citra perusahaan dan pastinya membutuhkan biaya promosi cukup besar. Misalnya saja dengan memasang billboard atau baliho dengan ukuran yang cukup besar, memasang iklan di televisi nasional, maupun melakukan strategi promosi CSR untuk menjaga citra baik perusahaan.
2. Kurang melibatkan emosi pelanggan
Selama ini strategi promosi yang dilakukan pelaku UKM hanya sebatas menonjolkan kelebihan produknya tanpa memahami keinginan maupun emosi para pelanggan. Akibatnya, pelanggan kurang tertarik dengan penawaran yang disampaikan, dan cenderung berpaling ke produk lain yang pelayanannya lebih terjamin. Kasus seperti inilah yang sering dialami para salesman ketika mereka terjun langsung ke lapangan untuk menawarkan produk maupun jasa kepada calon konsumen.
3. Tidak pernah mengukur dan menguji
Setiap menjalankan strategi promosi, tentunya kita mengharapkan hasil yang optimal dan mendapatkan untung penjualan yang cukup besar. Untuk mewujudkannya, para pelaku UKM harus rajin-rajin mengamati tingkat keefektifan strategi dan melakukan pengujian langsung untuk mengetahui apakah strategi tersebut berjalan lancar atau tidak. Apabila pelaku UKM tidak pernah melakukan pengukuran dan pengujian secara rutin, dikhawatirkan mereka tidak akan mengetahui strategi promosi mana yang paling efektif.
4. Kurangnya pemahaman mengenai cara promosi yang efektif
Sebagian besar pengusaha kurang memahami tentang cara promosi yang efektif. Mereka menganggap kegiatan promosi hanya akan menghabiskan banyak biaya, padahal umpan balik yang mereka terima tidak sebesar apa yang mereka keluarkan. Pemahaman inilah yang membuat pelaku UKM kurang memperhatikan strategi promosi, sehingga mereka hanya memasarkan produknya secara tradisional tanpa didukung dengan kegiatan pemasaran yang optimal.
5. Menginginkan semuanya serba instan
Kebanyakan pelaku UKM menginginkan penjualan optimal dengan menempuh satu langkah promosi yang serba instan. Tentunya hal tersebut sangat bertentangan dengan kondisi di lapangan, dimana pelaku usaha dituntut untuk menjalankan promosi step by step, mulai dari menentukan segmentasi pasar, membangun hubungan baik dengan calon konsumen, hingga memberikan solusi tepat bagi para pelanggan Anda.
Dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan perusahaan, diharapkan strategi promosi yang dijalankan bisa menghasilkan omset penjualan yang optimal.
Langganan:
Postingan (Atom)